Pemkab Buleleng berencana melakukan penataan besar-besaran pada kawasan nol kilometer Kota Singaraja. Proyek ambisius ini bertujuan untuk mengembalikan dan memperkuat identitas bersejarah kawasan tersebut, sekaligus menjadikannya area publik yang lebih nyaman.
Mengembalikan Kemegahan Bangunan Bersejarah
Kawasan yang akan ditata mencakup bangunan-bangunan peninggalan Belanda, seperti Kantor Bupati, Kantor Bappeda, dan Disdikpora. Penataan ini akan dilakukan tanpa menghilangkan keaslian arsitektur aslinya. Kanopi tambahan akan dihilangkan, dan perbaikan akan dilakukan sesuai dengan bentuk aslinya untuk menjaga orisinalitas.
Tak hanya bangunan, penataan juga akan merambah jalan-jalan sekitarnya, seperti Jalan Veteran hingga Jalan Pahlawan, serta Jalan Ngurah Rai. Selain itu, seluruh kabel listrik, telekomunikasi, dan pipa PDAM akan dipindahkan ke bawah tanah untuk menciptakan pemandangan yang lebih rapi. Proyek ini juga akan menghadirkan ruang terbuka hijau (RTH) baru. Penambahan RTH ini merupakan bagian dari upaya Pemkab untuk mempertahankan proporsi RTH minimal 30 persen, demi menjaga kualitas udara di Bali utara.
Kepala Dinas PUTR Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra, menambahkan bahwa setelah semua tahap teknis selesai, tender proyek diharapkan bisa dilaksanakan Desember mendatang. “Jika sudah ada kesepahaman, rencananya tender dilaksanakan pada Desember, dan awal tahun depan tahapan pengerjaan mulai dilakukan,” ungkapnya.
Sumber : https://radarbali.jawapos.com/buleleng/706561168/buleleng-siap-sulap-kawasan-nol-kilometer-singaraja-jadi-ikon-heritage-seperti-ini-desainnya


