Surabaya,– Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam program Short Course Internasional melakukan kunjungan edukatif ke kawasan bersejarah Tugu Pahlawan dan Museum 10 November di Jalan Pahlawan, Surabaya, pada Rabu (12/8).
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) bersama mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURADA). Kunjungan dirancang untuk memberikan pemahaman secara langsung mengenai rekam jejak perjuangan bangsa Indonesia, khususnya peritiwa heroic Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.
Selama agenda berlangsung, para peserta diajak mengeksplorasi beragam materi sejarah dan koleksi museum yang dipandu langsung oleh petugas Museum 10 November. Salah satu fakta sejarah yang menyedot perhatian peserta adalah asal-usul kawasan Tugu Pahlawan sebelum didirikan monumen.
Dosen pendamping kegiatan, Anang Dony Irawan, menjelaskan bahwa area tempat berdirinya Tugu Pahlawan dulunya merupakan pusat peradilan era kolonial.
“Sebelum menjadi Monumen Tugu Pahlawan, lokasi di Jalan Pahlawan Surabaya tersebut dulunya berdiri megah gedung pengadilan kolonial Belanda bernama Raad van Justitie. Gedung ini hancur lebur akibat pertempuran sengit pada November 1945, sebelum akhirnya area tersebut dialihfungsikan menjadi monumen peringatan nasional,” terang Anang Dony.
Selain mempelajari kilas balik berdirinya monumen, para mahasiswa juga mendapatkan kesempatan langka untuk melihat dan memahami koleksi senjata asli yang digunakan oleh arek-arek Suroboyo sewaktu mempertahankan kemerdekaan. Pemandu menjelaskan secara detail mekanisme serta penggunaan senjata-senjata tersebut pada zamannya.
Agenda ini tidak sekadar menjadi ajang wisata sejarah, tetapi juga sarana pengalaman lintas budaya (cross-cultural experience) bagi mahasiswa asal Malaysia. Melalui interaksi langsung dengan peninggalan bersejarah ini, para mahasiswa USIM dan UMSURA diharapkan dapat menyerap nilai-nilai perjuangan dari sudut pandang yang lebih nyata dan komprehensif. (Ida Nuriya/yupan)


