GIANYAR-BALI, 22 Oktober 2026 – Guru Besar Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial (FHIS) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Prof. Dr. Ni Putu Rai Yuliartini, S.H., M.H., resmi hadir sebagai narasumber dalam forum strategis nasional yang diselenggarakan oleh Biro Kesekretariatan Pimpinan Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (Setjen DPR RI). Pertemuan ilmiah dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) ini berlangsung di Hotel Novotel Bali Ubud Resort, Gianyar, Bali.
FGD ini mengangkat tema utama “Merumuskan Pidato Ketua DPR RI yang Substantif dan Berdampak”. Forum ini secara khusus melibatkan Tim Naskah Pidato, Sambutan, dan Ceramah Pimpinan DPR RI Masa Keanggotaan Tahun 2024—2029 untuk membedah kualitas komunikasi politik kelembagaan parlemen.
Sebagai pakar hukum dan akademisi Undiksha, Prof. Dr. Ni Putu Rai Yuliartini memberikan masukan substantif terhadap draf pidato pembukaan serta penutupan masa sidang DPR RI. Ia memaparkan bahwa pidato pimpinan lembaga tinggi negara bukan sekadar formalitas seremonial, melainkan medium komunikasi krusial untuk menyuarakan aspirasi rakyat dan merespons berbagai kebijakan pemerintah.
“Di tengah derasnya perkembangan teknologi informasi, DPR RI dituntut untuk mengomunikasikan ketiga fungsi konstitusionalnya—legislasi, anggaran, dan pengawasan—secara komunikatif dan transparan kepada publik,” jelas Prof. Rai Yuliartini di sela-sela pemaparan materinya.
Diskusi intensif yang berlangsung sejak pagi hari ini memfokuskan evaluasi pada dua aspek utama:
  • Evaluasi Substansi: Menelaah naskah pidato yang selama ini telah disusun agar lebih tajam dalam memotret dinamika kebangsaan.
  • Rekomendasi Narasi: Memberikan formula baru bagi Tim Naskah Pidato pimpinan agar produk komunikasi yang dihasilkan ke depan jauh lebih berbobot, akuntabel, dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat Indonesia.
Kontribusi nyata Guru Besar Undiksha dalam agenda Setjen DPR RI ini menegaskan peran strategis akademisi dalam mengawal perbaikan tata kelola komunikasi publik pada tingkat lembaga negara. Melalui forum ini, sinergi antara dunia pemikiran kampus dan praktisi kebijakan di parlemen diharapkan mampu melahirkan narasi kepemimpinan yang jauh lebih bermakna dan berdampak luas bagi seluruh rakyat Indonesia.